Tiga Tahun Berdedikasi: Mapala Tarsius Polimdo Terus Lestarikan Terumbu Karang di DPSP Likupang 2023–2026 Juent Mongkaren, Juni 8, 2026Juni 8, 2026 Newslestari.com – MANADO, Membuktikan kepedulian yang tak hanya sebatas kata, Kelompok Pecinta Alam Mapala Tarsius Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali melanjutkan agenda pelestarian alam laut yang telah dirintis sejak tahun 2023. Kegiatan transplantasi terumbu karang ini kembali digelar di perairan Daerah Perlindungan Sumber Daya Pesisir dan Laut (DPSP) Likupang, tepatnya di Pantai Pulisan, pada Sabtu (6 Juni 2026). Mengusung semangat keberlanjutan, tim mengambil ratusan bibit terumbu karang secara selektif dari Pulau Lihaga lokasi yang dikenal memiliki kualitas indukan karang yang baik sebelum kemudian menanamnya dengan cermat di lokasi tujuan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberhasilan hidup karang agar dapat tumbuh subur, menjadi habitat alami bagi biota laut, serta berfungsi sebagai penyangga alami pesisir. Ketua Mapala Tarsius Riska Mongi menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang mendalam bagi seluruh anggotanya. “Kegiatan transplantasi terumbu karang ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud tanggung jawab kami sebagai generasi muda terhadap warisan alam yang Tuhan berikan. Kami memilih Minahasa Utara Sejak dimulai tahun 2023 hingga kini, kami bertekad terus berkontribusi memulihkan dan menjaga ekosistem laut di DPSP Likupang, khususnya Pantai Pulisan. Kami sengaja mengambil bibit dari Pulau Lihaga untuk menjamin kualitas dan kelangsungan hidupnya. Bagi kami, ini adalah bukti bahwa mahasiswa Polimdo tidak hanya unggul secara akademik dan keahlian teknis, tetapi juga memiliki kepedulian nyata terhadap lingkungan sekitar. Semoga langkah kecil ini dapat menginspirasi teman-teman mahasiswa dan masyarakat luas, bahwa menjaga laut berarti menjaga masa depan kita bersama. Kami akan terus bergerak dan tidak akan berhenti sampai perairan kita tetap indah, lestari, dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya dengan penuh semangat. Konsistensi yang ditunjukkan selama tiga tahun terakhir ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan dalam tindakan yang berkelanjutan. Inisiatif ini juga turut mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Sulawesi Utara serta menjaga kekayaan alam untuk dinikmati oleh generasi mendatang. Transplantasi terumbu karang adalah upaya memindahkan bagian karang yang sehat (berupa fragmen, bibit, atau koloni kecil) dari lokasi yang aman ke lokasi lain yang terdegradasi atau rusak, untuk membantu memulihkan ekosistem terumbu karang di sana. Tujuan utamanya: Mempercepat pemulihan terumbu karang yang rusak akibat kerusakan alam, aktivitas manusia, atau perubahan lingkungan.. Manfaatnya: – Menumbuhkan kembali habitat bagi ikan dan biota laut lain – Melindungi pantai dari abrasi/erosi – Menjaga keseimbangan ekosistem laut – Mendukung pariwisata dan ekonomi masyarakat pesisir Ini bukan sekadar memindahkan sembarangan dilakukan dengan aturan agar tidak merusak sumber karang asal, dan memastikan karang yang dipindahkan bisa tumbuh subur di tempat barunya. (Rinte Klabat) Artikel