Hetty Sundah Siap Tempuh Jalur Hukum Melawan SG Alias Susanti Juent Mongkaren, Januari 17, 2025Januari 17, 2025 Newslestari.com – Anggota DPRD Minahasa Utara, Frangky Rolly Rorong (FRL), mendampingi istrinya, Hetty Sundah, membantah tegas atas tudingan terkait kasus penggelapan aset yang menyeret istrinya. Hetty Sundah mendesak agar aset-aset yang disegel di lahan miliknya segera dikeluarkan. “Jangan hanya segel, baiknya langsung dikeluarkan dari lokasi ini,” tegasnya. Rencana Laporan Hukum Kasus ini dipastikan akan memasuki ranah hukum. Hetty Sundah mengungkapkan rencananya untuk melaporkan SG alias Susanti atas dugaan pelanggaran perjanjian dan tindak penipuan. Kronologi Kasus Dalam konferensi pers Jumat, 17 Januari 2025, Hetty Sundah menjelaskan bahwa kerjasama dimulai pada 26 November 2021, melibatkan dirinya, Susanti, dan Eldrik Tanaka. Berdasarkan akta perjanjian yang dibuat di Jakarta, Susanti bertanggung jawab memulai produksi dalam waktu 6 bulan. Namun, kenyataannya, produksi baru berjalan pada November 2022. Selain itu, investasi sebesar Rp35 miliar yang dijanjikan Susanti tidak pernah terealisasi. Persoalan semakin rumit dengan munculnya konflik antara Susanti dan Edrick Tanaka, yang akhirnya berujung pada perceraian mereka. Dugaan Pelanggaran Perjanjian Hetty Sundah mengungkap bahwa Susanti mendirikan perusahaan baru di luar kesepakatan awal, menunjuk Susan sebagai komisaris. Tidak hanya itu, Susanti melaporkan Hetty atas dugaan penyerobotan lahan. Namun, fakta menunjukkan bahwa lahan tersebut adalah milik suami Hetty, Frangky Rolly Rorong. Somasi juga dilayangkan terkait 19 unit alat berat yang disegel di lokasi proyek. Hetty menegaskan pihaknya tidak pernah bekerjasama dengan pihak lain, termasuk Jun Kiong, pemilik alat berat tersebut. “Susanti telah menipu kami. Investasi yang dijanjikan tidak pernah terealisasi, dan kami justru diseret ke dalam konflik pribadinya dengan pihak lain,” ujar Hetty Sundah. Langkah Hukum Pengacara yang sebelumnya mendampingi Susanti dilaporkan telah mencabut kuasanya. Kini, Hetty Sundah bersiap menempuh jalur hukum untuk memulihkan nama baik dan menuntut keadilan. “Kami percaya aparat penegak hukum akan menyelesaikan kasus ini dengan adil. Kami juga berterima kasih kepada media yang telah mempublikasikan fakta-fakta terkait kasus ini. Saya menyakini doa orang benar besar kuasanya,” tutup Hetty Sundah. (Rinte Klabat) Agenda Minahasa selatan Nasional