Gubernur Sulut YSK Tegaskan Kepala Sekolah Harus Jadi Pemimpin yang Melayani, Bukan Dilayani Juent Mongkaren, Maret 21, 2025 Newslestari.com – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa kepala sekolah harus menjadi pemimpin yang melayani, bukan untuk dilayani. Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara penutupan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Jenjang SMA, SMK, dan SLB, yang berlangsung di Aula Sam Ratulangi, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Pineleng, Kabupaten Minahasa, Selasa (18/03/2025). Dalam arahannya, Gubernur Yulius Selvanus mengingatkan bahwa kepala sekolah harus: Tidak bersikap arogan dan tetap loyal kepada atasan. Menguasai 14 mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, meskipun latar belakang pendidikannya dari bidang tertentu. Berperan aktif dalam kegiatan belajar-mengajar pada hari-hari tertentu. Hadir lebih awal dibandingkan guru dan siswa, serta menyambut siswa di gerbang sekolah. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah, terutama fasilitas sanitasi, agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan sehat. Gubernur YSK juga menegaskan bahwa selain kecerdasan intelektual, kepala sekolah harus memiliki kecerdasan emosional dan spiritual untuk membentuk karakter peserta didik yang baik dan berintegritas. Dalam program peningkatan kompetensi yang berlangsung sejak 10 Februari hingga 18 Maret 2025, sebanyak 431 dari 462 kepala sekolah telah mengikuti pelatihan ini. Berdasarkan hasil evaluasi: 168 kepala sekolah meraih nilai sangat memuaskan (90-100). 190 kepala sekolah memperoleh nilai memuaskan (80-89). 31 kepala sekolah mendapatkan nilai kurang memuaskan (70-79,9). 29 kepala sekolah masih berada di bawah standar. Tiga kepala sekolah dengan nilai tertinggi dalam program ini adalah: Maxi Awondatu (SMA Negeri 2 Kota Bitung) – 96,6 Prengky Tairas (SMA Negeri 2 Geme, Kabupaten Talaud) – 96,3 Meatriks Ngantung (SMA Negeri 8 Manado) – 96,0 Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Dr. Femmy Suluh, menegaskan bahwa program ini sangat penting dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah di era pendidikan modern. Dengan peningkatan kompetensi ini, mutu pendidikan di Sulawesi Utara diharapkan semakin unggul dan berdaya saing. Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Steve Kepel, Asisten I Pemerintah Daerah, Dr. Deny Mangala, Anggota DPRD Sulut, Louis Schramm, serta Kepala BPMP, Febry Dien. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Utara, Louis Schramm, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi kepala sekolah sangat penting dalam menjaga kualitas pendidikan di Sulawesi Utara. Dengan adanya langkah konkret ini, Sulawesi Utara semakin siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan dengan pemimpin sekolah yang lebih kompeten dan berintegritas. (Rinte Klabat) Agenda Nasional Sulut