Gubernur Sulut Yulius Selvanus Panggil Pulang Dirga Lasut: Siap Perkuat Persma Manado admin, Desember 2, 2025Desember 2, 2025 Newslestari.com – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling memanggil pulang gelandang asal Kota Tomohon, Dirga Lasut, untuk memberikan dukungan dan semangat kepada tim Persma Manado yang tengah bersiap menghadapi kompetisi. Dirga, yang dikenal sebagai salah satu talenta terbaik Sulut, sebelumnya pernah memperkuat Sulut United. Namun kompetisi terpaksa dihentikan akibat pandemi Covid-19 sesuai keputusan PSSI. Kehadiran Dirga di Sulut untuk memperkuat aura optimisme bagi Persma yang saat ini sedang dalam proses pengembangan tim. Gubernur Yulius Selvanus Komaling menegaskan bahwa perhatian terhadap dunia olahraga, termasuk sepak bola, merupakan bagian dari komitmen pemerintah membangkitkan prestasi daerah. “Dirga Lasut adalah salah satu putra terbaik Sulawesi Utara. Saya panggil pulang agar ia bisa memberi motivasi kepada adik-adik di Persma. Kita ingin olahraga Sulut bangkit, dan itu dimulai dari memberikan contoh, semangat, serta inspirasi bagi para pemain muda,” ujar Gubernur YSK. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus mendukung pembinaan sepak bola daerah. “Persma adalah kebanggaan kita. Pemerintah hadir untuk memastikan tim ini mendapat dukungan, baik moral maupun pembinaan. Saya berharap Dirga dapat menjadi role model bagi generasi sepak bola Sulut,” tegasnya. Dirga Lasut lahir pada 17 Agustus 1988 di Tomohon, Sulawesi Utara. Tumbuh besar di daerah tersebut, proses awal pembinaan sepak bolanya dimulai dari skuad pemuda lokal: ia sempat memperkuat akademi/SSB lokal seperti Tomohon Junior Manado. Dengan bakat alami dan kerja keras, ia berhasil menembus dunia profesional menunjukkan bahwa dari daerah “pinggiran” pun bisa muncul pemain berbakat yang bersaing di level nasional. Perjalanan karier klub Dirga Lasut cukup panjang dan beragam. Berikut beberapa tonggaknya: Setelah masa juniornya, ia mulai berkarier profesional di level lokal/klub kecil: salah satunya adalah PSKT Tomohon (2006–2007), kemudian Persmin Minahasa (2007–2008). Selanjutnya, ia melanglang buana ke beberapa klub di Indonesia: termasuk Persiraja Banda Aceh, Persih Tembilahan, dan kemudian menembus klub-klub papan atas seperti Sriwijaya FC (2010–2011). Ia kemudian juga memperkuat Mitra Kukar, Persegres Gresik United, dan Persita Tangerang menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi di berbagai tim. Pada tahun 2015, Dirga sempat memperkuat Persija Jakarta, salah satu tim besar di Indonesia. Tahun 2016–2017, ia bermain untuk PSS Sleman di kasta kedua, dan pada musim 2017 berhasil tampil gemilang — mencetak banyak gol untuk seorang gelandang dan membantu tim bersaing untuk promosi. Kemudian, pada akhir 2017, ia direkrut oleh Borneo FC Samarinda (Liga 1), dan membuat debut di liga utama pada 25 Maret 2018 dalam laga melawan mantan klubnya. Di kemudian hari, Dirga memilih untuk “pulang kampung”: ia bergabung dengan Sulut United FC di Sulawesi Utara — klub dari daerah asalnya. Sampai periode terakhir data publik, Sulut United bahkan mempercayakan Dirga sebagai salah satu pemain senior dan figur kepemimpinan di tim, membuktikan perannya penting di klub regional. Dengan demikian, karier Dirga menunjukkan evolusi: dari sepak bola akar rumput di Sulut tim lokal/klub menengah klub Liga 1 nasional kembali ke klub daerah sebagai sosok senior. Dirga pernah masuk ke skuad Tim Nasional U-23 Indonesia pada periode 2009–2011. Bersama Timnas U-23, ia turut meraih medali perak di ajang Southeast Asian Games 2011 — suatu kebanggaan sekaligus bukti bahwa ia termasuk di antara gelandang muda berbakat nasional dari Sulawesi Utara. Di level klub: saat di Sriwijaya FC, ia turut meraih trofi Indonesian Community Shield 2010 dan Inter Island Cup 2010. Dirga dikenal sebagai gelandang tengah serba bisa (central midfield), yang kadang bisa berperan sebagai gelandang bertahan atau gelandang serang, tergantung kebutuhan tim. Ia punya kemampuan passing dan eksekusi bola mati yang bagus, serta akurasi tembakan aspek ini membuatnya sebagai “motor” di lini tengah, bukan sekadar pemain pendukung. Pelatih pernah menyebutnya sebagai “man of the match” dalam satu laga di PSS karena kontribusi besar dari lini tengah. Sebagai pemain yang lahir dan besar di Sulawesi Utara, kemudian kembali ke klub daerah, Dirga punya nilai simbolis menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda di Sulut, bahwa dari daerah pun bisa bersaing di tingkat nasional dan kembali membawa pengalaman ke kampung halaman. Hal ini membuat ia mendapat tempat spesial di hati suporter klub lokal dan masyarakat Sulut. Kisah Dirga Lasut menunjukkan bahwa: Talenta dari daerah terpencil jika dibarengi kerja keras, disiplin, dan kesempatan bisa menembus dunia profesional. Karier sepak bola bisa berliku: dari klub kecil, melewati berbagai klub besar, dan akhirnya “berlabuh” di hati kampung halaman di bumi nyiur melambai. (Rinte Klabat) Related Posts:Ishak Tambani Puji Sinergi Gubernur Yulius Selvanus…Dirga Lasut Tiba Besok: Kebanggaan Sulut Pulang,…INAKOR Resmi Laporkan Penataan Retribusi dan…Pemimpin yang Cerdas, Joune Ganda Torehkan Sejarah…Gubernur YSK, Persma 1960 Bangkit! ‘Badai Biru’ Siap…Ketua PSSI Joune Ganda Resmi Buka Piala Soeratin U-15 Artikel