Waduh!!! Oknum Karyawan PT MSM TTN Nyaris Hilangkan Nyawa 20 Pekerja Tambang di Tatelu admin, Juni 10, 2023Juni 14, 2023 Newslestari.com – Minut, Penutupan lubang tambang secara paksa, oleh pihak PT.MSM/PT TTN Sekitar 20 pekerja tambang nyaris menjadi korban. Kali ini terjadi kepada para pekerja tambang yang berada di lokasi pekerjaan Desa tatelu kecamatan Dimembe Minut yang berada di kedalaman sekitar 40 meter. Hal tersebut di lakukan Oknum PT MSM TTN (08/06/2023), Yang disaksikan langsung oleh personil unit Inteldim 1310/Btg, Den Intedam XIII/Mdk dan anggota Babinsa Ramil 1310-04/Dimembe, serta sejumlah wartawan Minut. Tiba-tiba pria itu datang bersama rombongan nya, menggunakan topi dan masker tidak menyebutkan identitasnya, Dengan Sangat angkuh langsung menyuruh para sekurity menghentikan aktivitas yang ada. “Saya wakil dari perusahaan, Perlu saya jelaskan lokasi ini milik perusahaan PT MSM TTN sesuai AJB yang ada di Polres Minahasa Utara. Kasus telah naik keranah hukum, di Satreskrim Polres Minut penyidiknya Aiptu Apson, sudah proses penyidikan,” kata pria misterius itu sambil minta jangan dulu dipotong penyampaian nya. Terakhir tanggal 21 bulan lalu ada surat dari Kapolres yang ditanda tangani, Kasat Reskrim bahwa tidak ada lagi aktivitas di tambang. Sesuai perintah Undang-undang, jangan ada lagi aktivitas untuk menambang, karena dianggap tambang ilegal. Ini sudah diaserahkan ke Pam Obvid, untuk ditutup,” tandasnya. Sontak para Pekerja dan sebagian warga yang ada, bingung dan bertanya tanya, ini lagi di proses hukum sementara dalam penyelidikan, kenapa pria itu yang perintakan untuk di tutup. “Sebelumnya tali pengikat terpal diputus, terpal dirobek, pekerja pun memilih terus beraktivitas tanpa mau meladeni, pihak perusahaan. Kalau pun harus dibunuh, kami sudah pasrah daripada kami harus duduk diam dan mati kelaparan, menunggu kejelasan,” keluh para penambang. Namun nada tinggi lelaki ini sontak memicu amarah para penambang, sehingga adu mulutpun sempat terjadi. Menarikknya dihadapan semua yang hadir, saat wartawan mengkonfirmasi siapa sosok lelaki yang hadir, bersama para sekurity dan memerintahkan pemberhentian untuk penutupan lubang, Pria angkuh angku tersebut menolak untuk menjelaskan permasalahan. Pekerja pun mulai bertanya apakah sudah ada kekuatan hukum tetap (incrahct) dari masalah lahan ini, undang-udang mana yang dipakai, lelaki itu menolak. Pihak perusahaan terus bersikukuh menutup lokasi, sehingga beberapa penambang pun terus berkoar, namun tidak ada upaya untuk beradu fisik. “Sekali lagi kami minta, perusahaan pakailah rasa kemanusiaan. Kami disini mencari makan agar dapat menyambung hidup kami. Kami hormati hukum dan undang-undang. Tapi jangan tutup lubang ini karena didalam lubang ada puluhan manusia, kami bukan binatang,” pinta Jos salah satu penambang. Melihat salah satu penambang sudah tak mampu menahan kesedihan sehigga tak sadarkan diri, para sekurity dan lelaki tak jelas tadi kembali keluar dari lokasi. Para penambang melanjutkan pekerjaan, kemudian mengambil material galiannya diangkut untuk biaya pengobatan dari Esau Dipan (pemilik lubang) karena saat ini lagi berada di rumah sakit (sedang di opname). Kami juga menyesalkan, sampai saat ini perusahaan tidak pernah wujudkan janji mereka. sementara kami tidak pernah melihat AJB maupun legalitas resmi perusahaan,” tutup salah satu dari para penambang. Kejadian tersebut mendapat Kecaman dari FK Toko Masyarakat desa tateluĀ dirnya mengatakan, PT MSM TTNĀ harusnya bersama sama menjaga keamanan dan keslamatan, bukan dengan cara seperti itu. FK meminta Direktur PT MSM TTN bertanggung jawab atas kejadian tersebut. PT MSM TTN datang di tanah kami harus membawa kedamaian dan kesejahtraan bukan membawa konflik yang berkepanjangan, “Jelasnya Berdasarkan pentauan media ini kejadian tersebut Sudah di tangani oleh Kuasa Hukum Para Pekerja. Menurut informasi diketahui kalau pria itu berinisial LS Supervisor Sicurity PT MSM TTN. Sampai berita ini terbit, suasana di lokasi tambang aman dan kondusif (Red) Artikel Minahasa utara Nasional