Newslestari.com – Sulut, Menanggapi Maraknya Keluhan Masyarakat Lingkar Tambang Dengan Hadirnya perusahaan bidang Pertambangan emas saat ini.
Banyak Merugikan Masyarakat sampai Terjadi Demo beberapa pekan lalu di kelurahan Pinasungkulan Bitung dan Desa Tatelu Kecamatan dimembe Minut.
Dalam Hal ini Ketua Forum Peduli Lingkungan Minut Juent Myhard Angkat Bicara, Ia Mengatakan” Saat ini Seakan Rakyat Pribumi Menjadi Penonton di tanah kelahirannya sendiri, Seakan Tak bisa berbuat apa apa di tanah yang adalah Warisan Perjuangan Dari Sang leluhur, dimana kedaulatan rakyat untuk mempertahankan hidupnya seperti di kebiri.
Dari hasil Pantauan Ada tiga kecamatan di Minut dan satu Kelurahan berada di kota bitung terancam hancur, atas Pekerjaan Pertambangan emas oleh PT MSM TTN.
Banjir bandang, jalan putus, tanah longsor, air sungai tidak jernih lagi, serta rusak nya harta benda yang seharusnya menjadi perhatian oleh pemerintah yang ada di Republik ini.
Sumber mata air Terancam hilang, kurang nya untuk keadilan lingkungan, polusi udara, terancamnya Binatang dan Satwa, serta Kondisi sosial ekonomi Semakin tidak akan normal.
Alam adalah jantung masyarakat yang sudah menjadi ruang hidup kita dari beribu ribuan tahun yang lalu Sampai saat ini tidak pernah habis.
Juent Myhard yang di kenal dengan latar belakang di Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam yakni Alumni Politeknik Negeri Manado Juga Mengatakan” Pekerjaan Terbuka (PIT) yang menggunakan Pengeboman (Blasting) PT MSM TTN, saat ini membuat puluhan rumah warga pinasungkulan dan tinerungan rusak sampai sekarang masih menjadi keluhan warga seakan tak pernah terjadi.
Bagaikan Perang Rusia dan Ukraina, Malam Di Bom siang di Goyang, Sebut salah satu warga pinasungkulan.
Lanjutnya Dimana ada pertambangan disitu pasti ada pengrusakan lingkungan.
Atas kejadian tersebut, dirinya meminta Pekerjaan Under Graund saat ini yang berada di desa tatelu kecamatan Dimembe, Sebaiknya di Berhentikan,
PT MSM TTN karena akan berdampak kepada masyarakat yang suda Puluhan bahkan ratusan tahun menempati desa tetalu.
“Lokasi tambang hanya dekat dengan Pemukiman warga, sungai besar antara talawaan dan desa tatelu yang mengalir ke sawa desa wasian hingga sampai ke likupang.
Ini adalah sumber kehidupan dari ribuan masyarakat dan pasti akan sangat di rugikan, “ungkapnya
Dimana Pekerjaan Under Graund tersebut akan berdampak kepada sumber kehidupan, sperti mata air yang menjadi kebutuhan warga yang beternak ikan tawar, petani sawa, yang berasal dari Gunung Kelabat.
Untuk itu kiranya Pemerintah Kota, Kabupaten, Pemerintah Propensi, dan Pemerintah Pusat, ESDM, Segera Cabut Perijinan yang sudah di berikan kepada PT MSM TTN.
Sampai saat ini banyak kegiatan yang berdampak, baik pada pekerjaan maupun kesejahtraan tidak stabil, mengalami kerugian dengan hadirnya perusahan Pertambangan PT MSM TTN, “tutupnya
(Alfrits)







