Newslestari.com – Manado, Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Pecinta Alam Mapala Tarsius Politeknik Negeri Manado yang dengan sigap turun ke lapangan untuk membantu pencarian seorang anak berusia 4 tahun yang diduga hanyut di sungai belakang rumahnya.
Korban, Brielle Sumbung, seorang anak perempuan berumur 4 tahun, dilaporkan hilang pada Selasa, Februari 2025, sekitar pukul 14.00 WITA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berlari ke arah sungai dan terpeleset hingga jatuh ke dalam aliran air. Orang tua korban yang panik segera melakukan pencarian, namun hingga kini Brielle belum ditemukan.
Mendengar kabar tersebut, Mapala Tarsius Politeknik Negeri Manado dengan sigap bergerak menggunakan peralatan mereka sendiri untuk membantu upaya pencarian.
Dengan keahlian mereka dalam navigasi alam dan penyelamatan di medan ekstrem, para anggota Mapala turun langsung ke lokasi kejadian, menyusuri sungai dan area sekitar demi menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami merasa terpanggil untuk ikut serta dalam pencarian ini. Sebagai bagian dari masyarakat, kami ingin membantu semampu kami, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” ujar salah satu anggota Mapala Tarsius yang turut dalam operasi pencarian.
Pihak keluarga korban, warga sekitar, serta tim SAR dan relawan lainnya juga turut bahu-membahu dalam pencarian yang masih berlangsung. Harapan besar masih ada agar Brielle dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Aksi cepat tanggap yang dilakukan Mapala Tarsius Politeknik Negeri Manado ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemanusiaan dan solidaritas tetap hidup di tengah masyarakat.
Pihak berwenang dan warga setempat terus berupaya keras dalam pencarian, sembari berharap ada kabar baik segera datang.
(Rinte Klabat)







