Gubernur YSK: Gedung Kanker Terpadu RS Kandou Manado, Tonggak Sejarah Layanan Kesehatan Indonesia Timur admin, Desember 15, 2025Desember 17, 2025 Newslestari.com – Manado, Sebuah tonggak penting dalam penguatan layanan kesehatan nasional kembali terukir di Sulawesi Utara. Pada Senin, 15 Desember 2025, dilaksanakan Topping Off Ceremony Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, yang dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K). Kehadiran Gedung Pelayanan Kanker Terpadu ini bukan sekadar menandai kemajuan pembangunan fisik, tetapi merupakan langkah strategis dan bersejarah dalam meningkatkan kualitas serta pemerataan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Indonesia Timur. Dengan konsep bangunan modern bertingkat, fasilitas medis berteknologi tinggi, serta dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan, rumah sakit ini diproyeksikan menjadi pusat rujukan kanker regional yang unggul dan terpercaya. Selama ini, banyak pasien kanker dari kawasan Timur Indonesia harus menempuh perjalanan jauh ke Makassar bahkan Jakarta untuk mendapatkan layanan lanjutan. Dengan beroperasinya gedung ini nantinya, akses pelayanan kesehatan yang bermutu akan semakin dekat dan terjangkau, sekaligus mengurangi beban sosial dan ekonomi pasien serta keluarga. Keberhasilan pembangunan ini turut ditopang oleh penguatan infrastruktur dasar, termasuk ketersediaan listrik 24 jam yang kini telah menjangkau hingga wilayah kepulauan. Hal tersebut menjadi fondasi krusial dalam menjamin pelayanan kesehatan berkelanjutan, terutama di daerah terpencil dan kepulauan. Sinergi erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama terwujudnya proyek strategis ini. Komitmen bersama tersebut mencerminkan semangat menghadirkan keadilan layanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang batas geografis. Dengan hadirnya Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RS Kandou Manado, Sulawesi Utara semakin menegaskan perannya sebagai tuan rumah yang siap, maju, dan berdaya saing, melayani pasien dari berbagai daerah di kawasan Timur Indonesia. (*) Artikel