Newslestari.com – Manado, Denting kolintang menggema lembut di rumah dinas Gubernur Sulawesi Utara ketika lagu “Malam Kudus” dimainkan dengan penuh penghayatan. Di tengah dekorasi Natal yang hangat dan khidmat, Gubernur Yulius Selvanus Komaling bersama sang istri, Anik Fitri Wandriani, tampil memainkan kolintang dengan harmoni yang memancarkan kedamaian dan kebersamaan (16/11/2025).
Suasana yang tercipta bukan sekadar indah, tetapi juga menyentuh hati. Setiap nada yang keluar dari bilah-bilah kayu itu seolah membawa pesan kasih dan harapan menjelang Natal yang tinggal menghitung hari. Masyarakat yang hadir merasakan bahwa malam itu bukan hanya penampilan musik, melainkan momen yang membawa mereka lebih dekat pada makna Natal yang sesungguhnya.
Bagi Gubernur Yulius, kolintang sejak lama menjadi simbol identitas dan kehangatan masyarakat Sulut. Ia terus menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya Minahasa ini agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Dukungannya terhadap komunitas seni dan pelestarian budaya menunjukkan komitmen kuat bahwa kolintang bukan hanya warisan, tetapi juga kebanggaan daerah yang patut dibawa ke panggung nasional hingga internasional.
Saat Gubernur Yulius dan Ibu Anik memainkan lagu “Malam Kudus”, keduanya tampak selaras dalam ritme dan ekspresi. Momen ini membuka sisi lain seorang pemimpin: pribadi yang lembut, dekat dengan budaya, dan mengedepankan nilai keluarga. Harmoni yang mereka ciptakan menjadi cermin bahwa kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan lewat kebijakan, tetapi juga lewat keteladanan yang menyentuh hati rakyat.
Menjelang Natal, masyarakat Sulawesi Utara kembali merasakan kehangatan khas daerah Nyiur Melambai—musik tradisional, suasana kekeluargaan, dan semangat berbagi. Melalui denting kolintang malam itu, Gubernur Yulius dan istri seakan menyampaikan pesan bahwa budaya lokal adalah cahaya yang harus terus dijaga dan dirayakan.
Dan pada malam penuh damai itu, kolintang tidak sekadar dimainkania bersuara sebagai kebanggaan Sulawesi Utara.
(Rinte Klabat)







