Newslestari.com – Kabupaten Minahasa Utara kembali mencuri perhatian nasional. Dalam Seminar Best Practice Inovasi Daerah pada ajang Inovatif Government Award (IGA) 2025, Bupati Joune J. E. Ganda tampil memukau dengan memaparkan dua inovasi strategis yang terbukti mampu mengubah wajah pelayanan publik dan ketahanan ekonomi daerah.
Bertempat di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar program, melainkan gerakan kolektif untuk memperkuat kemandirian daerah tanpa membebani APBD. “Inovasi dei ma yento, inovasi ma dampak jo – inovasi tiada henti, inovasi harus memberi dampak,” tegasnya dalam forum tersebut.
Koin Perak Lapis Emas: Inovasi Pengendalian Inflasi yang Menggemparkan Nasional
Inovasi KOIN PERAK LAPIS EMAS menjadi sorotan utama karena berhasil membawa Minahasa Utara keluar dari tekanan inflasi di tengah status sebagai Kabupaten Indeks Harga Konsumen (IHK). Program ini hadir menjawab berbagai tantangan: fluktuasi harga pangan, minimnya ruang fiskal, hingga akses komoditas yang belum merata di wilayah kepulauan.
Dengan model Close Loop yang berbasis data, Minut menjalankan dua pilar strategi, yaitu Kios Inflasi tanpa APBD dan Pasar Murah Bersubsidi, menjalin kolaborasi dengan pelaku usaha, kelompok tani, BULOG, BI, dan akademisi.
Hasilnya luar biasa:
- Inflasi Minahasa Utara merosot dari 7,86% (Juni 2024) menjadi 0,02% (Desember 2024) – terendah di Indonesia.
- Kemiskinan turun dari 6,95% (2024) menjadi 6,05% (2025).
- Pemerintah mendapatkan Dana Insentif Fiskal Rp9 miliar (2023) dan Rp15 miliar (2024).
- Penghargaan Presiden RI atas keberhasilan pengendalian inflasi.
Program ini tak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan PAD melalui retribusi dan pemanfaatan ruang pasar. Kios Inflasi kini tersedia di seluruh kecamatan hingga Pulau Mantehage.
Si-Gesit: Inovasi Digital Kebencanaan yang Jadi Rujukan Daerah Lain
Inovasi kedua yang tak kalah membanggakan adalah SI-GESIT (Sistem Gerakan Semua Ingin Selamat), aplikasi digital penanggulangan bencana yang terintegrasi dengan call center 112, 119, dan 110. Aplikasi ini memuat informasi cuaca, peta risiko kebencanaan per desa, edukasi mitigasi, hingga fitur koordinasi bantuan darurat.
Dirintis BPBD Minahasa Utara bersama FORKOPIMDA, BMKG, PVMBG, dan Angkasa Pura I, SI-GESIT meraih penghargaan dari Menteri Dalam Negeri dan telah direplikasi oleh Kota Manado, Tomohon, dan Bitung.
Bahkan, komitmen kemanusiaan Minut dalam penanganan pengungsi erupsi Gunung Ruang dan korban kapal KM Barcelona mengantar daerah ini diundang berbicara di forum internasional Crisis Management Conference 2024.
Minahasa Utara, Role Model Nasional
Dengan total 74 inovasi pada tahun 2025, Minahasa Utara membuktikan bahwa pemerintahan yang inovatif tidak harus mahal. Kolaborasi, data, dan komitmen menjadi kunci keberhasilan.
Dua inovasi unggulan – Koin Perak Lapis Emas dan Si-Gesit – kini menjadi bukti nyata bagaimana sebuah daerah mampu menekan inflasi, menurunkan kemiskinan, meningkatkan pendapatan asli daerah, dan tetap fokus pada pelayanan publik berbasis teknologi.
Minahasa Utara berdiri sebagai contoh cemerlang bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa. Sebuah catatan emas dalam perjalanan inovasi pemerintahan di Indonesia. (*)







