Saatnya Mengabdi, Agus Lontoh Tinggalkan Ratusan Juta demi Tanah Kelahiran Desa Lumpias Tercinta Juent Mongkaren, Oktober 9, 2026Oktober 10, 2026 Newslestari.com – Penghasilan ratusan juta per bulan adalah impian seumur hidup bagi banyaka orang. Bekerja di perusahaan Asing di Indonesia jadwal satu minggu berkumpul bersama keluarga kestabilan finansial sudah pasti terjamin. Namun bagi Bapak Agus Lontoh, warga Desa Lumpias, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, ada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar angka di rekening bank. Selama puluhan tahun, jiwa kepemimpinannya telah bersinar jauh di seberang lautan. 50 tahun berkarya di perusahaan asing, ia membangun reputasi yang luar biasa menguasai bermacam bahasa internasional, Bapak Agus Lontoh selalu tetap di sini, di Desa Lumpias tercinta. Dengan segudang pengalaman yang tak ternilai, penghasilan yang ia terima pun begitu fantastis. Di mata warga, beliau sudah dianggap sebagai sosok legenda di Desa Lumpias. Namun sosok yang satu ini kini mengambil keputusan yang mungkin sulit dipahami banyak orang. Ia memilih meninggalkan semuanya. Bukan karena tidak bahagia, bukan karena terpaksa melainkan karena sebuah panggilan hati yang jauh lebih dalam. Sampai saat ini ia masih bekerja Namun di sana, istri dan anak-anaknya ada di rumah sendirian. Ia rindu dengan keluarga besar, ia rindu dengan masyarakat Desa Lumpias. Niatnya yang tulus ingin bisa saling bertemu setiap saat, sampai nantinya mengabdi di tanah kelahirannya, Agus Lontoh rindu benar-benar ada di tengah-tengah warga dan bisa berkomunikasi dengan siapa pun, kapan pun. Diketahui Saat ini, Bapak Agus Lontoh sedang dalam proses melengkapi berkas pendaftaran sebagai Bakal Calon Hukum Tua Desa Lumpias. Tentunya Keputusan ini berarti ia bersedia menukar penghasilan ratusan juta rupiah dengan tunjangan Hukum Tua. Bukan tentang uang. Ini tentang pulang. Ini tentang melihat desa tanah kelahiran nya maju, anak-anak muda, bersama Lansia terjaga dan tumbuh dengan harapan yang lebih baik, dan masyarakat Lumpias hidup rukun dan sejahtera. Bapak Agus Lontoh adalah bagian dari keluarga besar Lontoh–Tewu, nama yang sudah lama dikenal dan dihormati di tengah masyarakat. Langkah berani bapak Agus Lontoh ini tentunya didukung penuh oleh pendamping hidup setianya, seorang istri tercinta, Olga Tewu. Bersama keluarga besarnya, bersama sama mereka siap berdiri di barisan terdepan bukan untuk kemewahan, melainkan untuk masyarakat desa Lumpias. Di tengah dunia yang sering kali berlomba mengejar materi, kisah Bapak Agus Lontoh ini menjadi pengingat yang sangat menyentuh pengabdian tulus kepada tanah kelahirannya (***) Agenda Minahasa utara Nasional