Sidang Raya XXXV KGPM: Jaga Kerukunan, Sinergikan Program dengan Pembangunan Daerah Juent Mongkaren, Juli 2, 2026 Newslestari.com – Minahasa, Sidang Raya XXXV Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Tahun 2026 berlangsung di Kiawa Resort Minahasa, Selasa (30/6). Yulius Selvanus hadir dalam kegiatan ini sekaligus memberikan materi penguatan kepada seluruh peserta, seiring persiapan pemilihan kepengurusan baru Sinode KGPM. Dalam paparannya, Yulius menyampaikan bahwa kehadirannya bukan sekadar membuka acara, melainkan berbagi pandangan strategis bagi masa depan organisasi gereja. Ia menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan adalah hal yang wajar sekaligus tanda bahwa organisasi berjalan sehat, serta menjadi peluang terbukanya gagasan-gagasan baru yang lebih segar. “Bukan hanya soal siapa yang terpilih nanti, tetapi bagaimana kemudian kita menyusun program kerja yang tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan nyata umat maupun masyarakat,” ujarnya. Ia mengibaratkan prinsip ini sama dengan penyelenggaraan pemerintahan, di mana keberhasilan terletak pada perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang tepat. Harapannya, seluruh hasil rumusan dan program kerja yang disusun selama lima hari sidang ini dapat bersinergi erat dengan agenda pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Yulius juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus Sinode KGPM periode sebelumnya atas kerja sama yang erat dan kontribusi nyata yang telah diberikan. “Bukan hanya dalam pelayanan rohani semata, tetapi juga dukungan nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tambahnya. Dalam pesan-pesan pentingnya, Yulius menekankan tiga hal utama: Pertama, menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama. “Sulawesi Utara harus tetap menjadi barometer toleransi di Indonesia. Sebagai kelompok mayoritas, tanggung jawab kita justru lebih besar untuk merawat persaudaraan dan saling menghormati perbedaan,” tegasnya. Kedua, menghadapi berbagai tantangan zaman — mulai dari tantangan ideologi, ekonomi, perubahan iklim, hingga ketersediaan sumber daya alam — dengan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan persatuan. Gereja pun diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara rohani, tetapi juga memiliki wawasan yang luas. Ketiga, menjauhkan lembaga gereja dari politik praktis. “Hal ini penting agar tidak merusak esensi pelayanan. Tetaplah melayani umat dengan tulus dan senantiasa di bawah bimbingan Tuhan,” pesannya. Di akhir penyampaian, Yulius berdoa semoga Sidang Raya XXXV KGPM ini menghasilkan kepemimpinan yang bijak, program kerja yang bermutu, serta pelayanan yang semakin memberkati masyarakat luas. (Juent) Agenda Nasional Pemprov Sulut