Newslestari.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda kembali mencatat pencapaian inovatif dengan mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Kema.
Penerapan sistem digital ini menjadi tonggak sejarah baru dalam peningkatan mutu layanan kesehatan, sekaligus menjadikan Puskesmas sebagai pelopor digitalisasi rekam medis di Minahasa Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Minut, dr. Stela Safitri, M.Kes, penerapan RME merupakan langkah maju yang membutuhkan perencanaan matang, pelatihan tenaga medis, serta kesiapan infrastruktur teknologi informasi (TI). Keberhasilan ini dan mendorong puskesmas lain untuk mengikuti jejak Puskesmas Kema.
Meskipun ada tantangan di awal, seperti adaptasi tenaga medis terhadap sistem baru, pelatihan berkelanjutan dan dukungan teknis berhasil membuat proses ini berjalan dengan baik.
Manfaat RME bagi Puskesmas Kema:
✅ Efisiensi Administrasi – Mengurangi penggunaan kertas dan mempercepat pencatatan data pasien.
✅ Keakuratan Data – Mencegah kesalahan pencatatan dan mendukung analisis kesehatan yang lebih baik.
✅ Akses Data yang Lebih Mudah – Memungkinkan tenaga medis mengakses riwayat kesehatan pasien dengan cepat dan aman.
✅ Peningkatan Kualitas Layanan – Dengan data yang lebih akurat dan terintegrasi, pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan.
Masyarakat Minahasa Utara menyambut baik inovasi ini dan berharap sistem RME dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Implementasi RME di Minahasa Utara menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung berkomitmen dalam transformasi digital sektor kesehatan. Langkah ini diharapkan menjadi pemicu percepatan digitalisasi layanan kesehatan di Sulawesi Utara, Minahasa Utara dan Indonesia secara luas.
(Rinte Klabat)







