Newslestari.com – Kabupaten Minahasa Utara di percayakan menjadi Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ada di Indonesia yakni DPSP Likupang.
Pada Rabu 02 Juli pukul 11.45 siang Pulisan Bay salah satu nama mutiara di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, kembali mencuri perhatian.
Namun kali ini, bukan karena keindahan pantai pasir putih dan ombaknya atau geliat pembangunan pariwisatanya melainkan karena tamu agung dari rimba Sulawesi: Yaki (Macaca nigra), primata endemik nan karismatik yang kini semakin sulit dijumpai di alam bebas.
Sebanyak 15 ekor Yaki terekam tengah bermain bebas di area transisi antara hutan tropis dan pantai berpasir putih Pulisan Bay.
Momen langka ini menjadi penanda bahwa kawasan ini tak hanya kaya akan panorama, tetapi juga menjadi rumah aman bagi satwa liar yang hampir punah. Di antara kawanan tersebut, seekor anak Yaki mencuri perhatian, menatap lensa kamera seolah menyapa, membawa pesan sunyi dari alam:
“Kami masih ada, tolong jaga rumah kami.”
Kehadiran Yaki menjadi simbol bahwa pariwisata tidak harus merusak. Justru, keberadaan mereka memperkaya nilai destinasi, menghadirkan daya tarik baru berbasis konservasi.
Di bawah kepemimpinan visioner Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, Likupang kini punya peluang emas untuk menjadi pelopor ekowisata yang harmonis antara manusia dan alam.
Lebih dari sekadar daya tarik visual, Yaki memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan Sulawesi. Mereka penyebar biji alami, penjaga hutan, dan duta keragaman hayati yang kini terancam oleh perambahan, perburuan, dan deforestasi.
Fenomena kemunculan Yaki di Pulisan Bay harus menjadi momentum, bahwa pembangunan pariwisata unggulan tidak boleh mengorbankan keaslian alamnya.
Justru, kekuatan utama dari Likupang adalah harmonisasi antara keindahan alam, keberagaman hayati, dan kehadiran satwa liar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistemnya.
Kini, saatnya Yaki menjadi lebih dari sekadar primata langka. Mereka bisa menjadi ikon pelestarian, maskot pariwisata, dan duta alam Likupang menegaskan bahwa destinasi wisata terbaik bukan yang paling ramai, tetapi yang paling mampu menjaga kehidupan di dalamnya.
Dengan ekowisata yang terencana, edukatif, dan berkelanjutan, Yaki bukan hanya ‘mengunjungi’ kita.
Mereka mengingatkan kita bahwa menjaga alam adalah bentuk tertinggi dari cinta, dan bahwa pesona pariwisata sejati adalah yang lahir dari harmoni, bukan dominasi.
(Rinte Klabat)







