Ucapan Duka Cita Selamat Jalan Sang Pahlawan Penambang Rakyat Sulut “OPA WANGKE” Juent Mongkaren, Juli 29, 2025Juli 29, 2025 Atas nama pribadi dan Keluarga Tokoh masyarakat Sulawesi Utara Tonaas Wangko, saya Ishak Tambani menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak/Ayah/Opa kami tercinta William Kambey, yang dikenal oleh banyak orang sebagai Opa Wangke tutup usia 87 tahun. Kepergian beliau adalah duka mendalam bukan hanya bagi keluarga besar Kambey, tetapi juga bagi masyarakat yang mengenal dan mencintai beliau. Sosok almarhum dikenal sebagai pribadi yang penuh kasih, bijaksana, dan menjadi panutan dalam keluarga maupun lingkungan. Nilai-nilai kehidupan dan keteladanan beliau akan terus hidup dalam setiap hati yang pernah disentuh oleh kebaikannya. Dalam momen duka ini, kiranya keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan Yang Maha Kasih. Sebagaimana tertulis dalam Mazmur 34:19: “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” Dan dalam Wahyu 21:4: “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Selamat jalan sang pahlawan penambang rakyat Sulawesi Utara Opa Wangke. Doa kami menyertai perjalananmu menuju rumah Bapa di surga. Terima kasih atas teladan dan kasih yang telah engkau wariskan. Kabar duka ini membawa kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi masyarakat luas terutama para penambang tradisional yang selama ini beliau dampingi, perjuangkan, dan lindungi. Semasa hidup, Bapak William Wangke dikenal sebagai sosok yang sederhana namun penuh semangat perjuangan. Beliau mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk membantu penambang kecil, memastikan suara rakyat kecil terdengar, dan memperjuangkan kesejahteraan mereka tanpa pamrih. Namun lebih dari itu, di mata masyarakat, beliau adalah simbol keberanian, sosial dan ketulusan hati untuk membantu sesama. Kepeduliannya terhadap nasib masyarakat kecil, terutama penambang rakyat di desa Tatelu dan sekitarnya,.telah mengukir sejarah yang tidak akan pernah terlupakan. Langkahnya meninggalkan teladan, suaranya menghidupkan harapan, dan kepergiannya meninggalkan duka yang begitu dalam. Sekali lagi “Kami sangat kehilangan sosok yang begitu berjasa bagi rakyat penambang. Beliau bukan hanya tokoh masyarakat, tetapi juga pelita bagi perjuangan kami. Kami turut berduka dan mendoakan agar beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.” Kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk sejenak menundukkan kepala, menghormati jasa-jasa almarhum, dan mendoakan kepergiannya. Selamat jalan, Bapak William Wangke. Warisan perjuanganmu akan kami jaga dan lanjutkan. Semoga damai di keabadian, dan cinta kasihmu tetap hidup dalam setiap nadi perjuangan rakyat. Tabea. Tuhan memberkati. Tonaas Wangko Ishak Tambani Tokoh Masyarakat Sulawesi Utara Artikel