Dari Panggung Kenegaraan Hingga Mengabdi di Tanah Kelahiran: Jejak Gemilang Seorang Putra Daerah Juent Mongkaren, Mei 27, 2026Mei 27, 2026 Newslestari.com – MINAHASA SELATAN, Perjalanan hidup dan pengabdiannya bagaikan alur sungai yang bermuara ke samudra luas: mengalir dari tanggung jawab besar di tingkat nasional dan internasional, hingga akhirnya kembali menyejukkan tanah kelahirannya, desa Kumelembuai kabupaten Minahasa Selatan. Sosok ini telah membuktikan bahwa kompetensi, integritas, dan dedikasi adalah jembatan yang menghubungkan tugas negara dengan cinta terhadap kampung halaman. Nama beliau pernah tercatat dalam lembaran sejarah penanggulangan bencana di Indonesia. Tepat pada Kamis pagi, 15 Januari 2010, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, beliau berdiri di tengah momen bersejarah ketika Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wakil Presiden Boediono, meninjau kesiapan Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB). Satuan yang diresmikan sebulan sebelumnya pada 7 Desember 2009 untuk wilayah Barat, dan 17 Desember 2009 di Malang untuk wilayah Timur ini, adalah garda terdepan keselamatan bangsa. Dibentuk sebagai jawaban atas tantangan bencana alam, satuan ini merupakan gabungan kekuatan dari TNI, Polri, serta berbagai kementerian seperti Sosial, Kesehatan, hingga Pekerjaan Umum. Dengan kekuatan 550 personel inti dan dukungan 3.000 personel tambahan dari 19 instansi, satuan ini siap bergerak atas perintah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di sinilah kemampuan manajerial dan kepemimpinan beliau teruji, menjadi bagian vital dari sistem pertahanan negara dalam melindungi nyawa rakyat. Namun, kiprahnya tidak berhenti di perbatasan negara. Nama beliau juga tercatat dalam catatan diplomasi dan kemanusiaan dunia. Kepercayaan negara kepadanya terbukti saat beliau ditunjuk menjadi Pengamat (Observer) dalam Pemilihan Presiden Uzbekistan tahun 2007, sebuah tugas mulia yang membawa nama harum bangsa di kancah internasional. Tak hanya itu, jiwa kemanusiaannya dibawa hingga ke belahan bumi lain, ketika beliau terjun langsung dalam misi kemanusiaan saat gempa dahsyat melanda Haiti, Karibia. Pengalaman ini menempa mentalnya menjadi sosok yang tangguh, berpandangan luas, dan memiliki kepekaan tinggi terhadap kehidupan. Setelah menempuh masa pengabdian yang panjang, melewati dinamika tugas negara, diplomasi, dan misi kemanusiaan global, tibalah saat yang dinanti: “Pulang Kampung”. Bukan berarti berhenti berkarya, melainkan membawa pulang segala ilmu, pengalaman, dan jejaring yang telah dikumpulkannya ke pangkuan tanah leluhur, Desa Kumelembuai. Kini, di masa paripurna pengabdiannya, beliau menerima amanah baru yang tak kalah mulia: dipercaya menjadi Staf Khusus Bupati Minahasa Selatan bidang Pariwisata tahun 2022. Sebuah penempatan yang sangat tepat dan strategis. Dengan wawasan global dan kedisiplinan yang ditempa di tingkat nasional, beliau hadir untuk mengangkat potensi daerah, menjadikan pariwisata Minahasa Selatan dikenal, dibanggakan, dan mampu menyejahterakan masyarakat. Perjalanan hidupnya adalah cerminan nyata: Pergi untuk belajar dan mengabdi, pulang untuk membangun dan memakmurkan. Dari Halim Perdanakusuma hingga ke pesisir Minahasa Selatan, jejak langkahnya terus menjadi inspirasi bahwa putra daerah terbaik akan selalu menemukan jalan untuk kembali dan memajukan tanah airnya sendiri. (Juent Myhard) Agenda Artikel Manado Nasional