Newslestari.com – Di tengah gejolak ekonomi dan tantangan harga kebutuhan pokok yang kian tidak menentu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tampil sebagai pilar ketahanan masyarakat.
Dipimpin oleh Bupati Joune J.E. Ganda, yang diwakili oleh Asisten II Allan Mingkid, membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah didampingi oleh Kepala Dinas Bertha Katuuk, Kadis PU, Alfons Tintingon, Kadis Perdagangan Max Tapada dan Camat Dimembe Ansye Dengah.

Pemerintah kabupaten Minahasa Utara Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung membuktikan bahwa keberpihakan kepada rakyat bukan sekadar wacana, tetapi tindakan nyata melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar pada Rabu, 23 Juli 2025, di kantor Desa Wasian.
Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat ini diprakarsai oleh Dinas Pangan Minahasa Utara yang dinakhodai oleh Bertha Katuuk.

Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat mendapat akses langsung terhadap bahan pokok berkualitas dengan potongan harga 10 hingga 50 persen dari harga pasar. Produk-produk yang tersedia antara lain:
Beras premium 5 kg: Rp44.000
Ayam segar per kg: Rp23.000
Minyak goreng per liter: Rp9.950
Tomat per kg: Rp5.000
Telur ayam per rak: Rp33.000
Sosis per pack: Rp21.000
Cabe Rawit, Cabe Kriting, Tomat dan Bawang Merah harga yang begitu murah.
Dikesempatan yang sama juga Beras SPHP dari BULOG disalurkan dengan harga: Rp58.000 per 5 kg
Kehadiran program ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Seperti diungkapkan oleh salah satu warga, Ibu Catrine Kolondam, yang menyampaikan rasa syukurnya:

“Kami merasa sangat diperhatikan. Pemerintah hadir dan peduli dengan kebutuhan kami. Ini sangat membantu, apalagi harga sembako sekarang naik turun.”
Gerakan Pangan Murah bukan hanya pasar murah semata, melainkan simbol kuat dari ketangguhan daerah, kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat, dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari strategi Pemkab Minut dalam menekan inflasi pangan serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa dalam program ini menjadi cermin pemerintahan yang responsif, solutif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
(Rinte Klabat)







