Newslestari.com – Minut, Warga Kabupaten Minahasa Utara mengeluhkan kondisi ruas jalan trans sukur tatelu berada di Kecamatan dimembe yang rusak tidak kunjung selesai.
Pasalnya, kondisi jalan tersebut baru setahun lebih di kerjakan saat ini kian memprihatinkan, dan beberapa kali mengancam keselamatan nyawa bagi pengguna jalan Sehingga tidak jarang terjadi kecelakaan dan kemacetan saat melintasi jalan tersebut.
Jalan yang menjadi jalur lintasan KAWASAN EKONOMI KUSUS (KEK) dan pelabuhan munte ini sering dilewati pengendara (mobil dan motor) tidak pernah sepi di lalui pengendara, baik siang, maupun malam harinya.
Akan tetapi yang terparahnya lagi kondisi jalanya sudah banyak yang berlubang dengan rata – rata kedalamannya 20 – 40 Cm.
Hal ini menarik perhatian dari ketua (FPL) Forum Peduli Lingkungan Minut Juent Myhard, dikatakannya saat berada di lokasi senin (03/07/2023) Jalan ini baru diperbaiki tetapi selang beberapa bulan saja sudah rusak kembali.

Menurutnya pihak rekanan yang melaksanakan pekerjaan, Kualitas aspal nya yang kurang bagus juga proses pelaksanaan nya tidak sesuai Spesifikasi sehingga cepat rusak.
Juent Myhard menyampaikan jalan tersebut merupakan jalan milik Provinsi, Fungsi jalan Provinsi sebagai jalan penghubung ibukota provinsi dan juga jalan arteri penghubung antar kabupaten dan Kota. Kualitas jalan yang bagus tentunya akan berdampak pada kenyamanan dan keselamatan, pasti dirasakan masyarakat pengguna jalan.
“Kan ane jalan yang seharusnya berumur 3 sampai 5 tahun kini selang setahun sudah rusak. sehingga saat melintasi jalan tersebut harus berhati hati, diakibatkan beberapa titik ruas jalan dalam kondisi berlobang, bergelombang, dan mengalami keretakan pada permukaan aspal.

Juent Myhard juga diketahui Ketua (GWI) Gabungan Wartawan Indonesia Minut sangat menyayangkan hal ini, sampai saat ini dinas yang terkait, Kepala dinas, Kepala Bidang Bina Marga sebagai fungsi pengawasan, Juga PPK seakan tidak tau menau dengan kerusakan jalan tersebut yang merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi sulawesi utara, “ungkapnya
Kami FPL akan menyurati Kementrian PUPR, ini uang negara uang rakyat juga, jangan nanti sudah ada korban jiwa baru di perbaiki, “jelas juent myhard
“Aturan tentang jalan semuanya sudah jelas baik klasifikasi jalan nasional, jalan provinsi maupun jalan kabupaten, masing masing sudah ada regulasinya, baik spesifikasi tekhnis maupun tata cara pelaksanaannya
Diketahui Proyek tersebut bersumber dari dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun 2021, terkontrak awal bulan november 2021 silam, dengan nilai kontrak 7,2 Miliar lebih oleh Kontraktor pelaksana PT. C.A.M, tahun 2022.

Saya menduga pekerjaan tersebut dari proses lelang sudah ada indikasi praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), “ungkap juent myhard
Sementara itu tim media ketika ingin konfirmasi kepada kepala dinas PUPR Propensi yang baru pada (03/07/2023)
Kadis tidak berada di tempat.
Namun ketika akan melakukan konfirmasi ke Kabid Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) JHONLY YUNGKY BERNY TOMPODUNG Awalnya, wartawan disuruh menunggu karena Kabid sedang rapat. Namun, Setelah itu Kabid langsung bergegas pergi naik ke mobil tidak mau di konfirmasi katanya akan mengikuti rapat paripurna.
Pemimpin seperti ini sepertinya tidak cocok masuk di jajaran Visi dan Misi kepemimpinan ODSK yang selalu membangun hubungan baik dengan Jurnalis.
Perlu diketahui pers juga didasari oleh undang undang (KIP) Keterbukaan Informasi Publik, Ini jelas-jelas menganggap remeh provosi jurnalis dalam membuat perimbangan pada sebuah pemberitaan.
Lebih jauh, kinerja rekanan yang tidak maksimal tersebut, Selain soal pendeknya usia jalan, pihaknya berharap ini akan menjadi temuan BPK RI. “Proyek perbaikan jalan ini menelan anggaran sangat besar. Jika banyak ditemui kerusakan, ini beresiko jadi temuan BPK RI.
Saat ini juga terendus kabar, terdengar hal ini lewat beberapa sumber telah bergulir di tangan aparat penegak hukum Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Sulawesi Utara. (JL)







