Newslestari.com – Perayaan Natal Tiberias 2025 di Kawasan Megamas Manado berlangsung megah dan penuh sukacita pada Rabu, 10 Desember 2025. Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Marcel Saerang itu dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus bersama Ketua TP-PKK Ny. Anik Yulius Selvanus. Kehadiran ribuan jemaat Gereja Tiberias Indonesia menambah kemeriahan dan kehangatan perayaan malam itu.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan rasa syukur dapat merayakan Natal bersama jemaat Tiberias. Ia memberikan apresiasi khusus kepada Koordinator Tiberias Sulut sekaligus Ketua Panitia Christian Lister serta seluruh panitia dan jemaat yang telah menyukseskan ibadah Natal dengan penuh sukacita.
“Marilah kita memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kekuatan, kesehatan, dan keselamatan sehingga kita dapat merayakan Natal Tiberias malam ini,” ujar Gubernur.
Gubernur menegaskan bahwa sukacita Natal yang terasa kuat malam itu merupakan wujud nyata makna kelahiran Yesus Kristus sebagai sumber terang dan damai bagi seluruh umat. Menjelang Tahun Baru 2026, ia mengajak jemaat untuk membawa harapan dan semangat pembaruan, baik dalam keluarga, komunitas, maupun pelayanan kepada Tuhan.
Yulius Selvanus juga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara menjadikan Natal sebagai momen refleksi atas perjalanan sepanjang tahun 2025. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut untuk memperbaiki berbagai kekurangan dan memastikan bahwa tahun 2026 menjadi tahun percepatan pembangunan menuju Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
“Natal Tiberias 2025 mempersatukan kita semua. Dengan kasih Kristus, kita bersama-sama membangun dan memajukan Provinsi Sulawesi Utara yang kita cintai,” ujar Gubernur penuh harap.
Menutup sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan pesan damai penuh berkat:
“Semoga Natal 2025 menjadi berkat bagi kita pribadi, keluarga, dan seluruh masyarakat Sulut. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati. Shalom.”
Perayaan Natal Tiberias 2025 pun menjadi momentum penuh makna yang tidak hanya membawa sukacita rohani, tetapi juga tekad bersama untuk memajukan Sulawesi Utara memasuki tahun yang baru (*).







