Newslestari.com – Minahasa Utara, 23 Oktober 2024 Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali sukses menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang ke-12, kali ini bertempat di Desa Winuri, Kecamatan Likupang Timur.

Program ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan sekaligus menekan angka inflasi di wilayah Minut.
Acara ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Minahasa Utara, Ny. Puspita Idowati Rajaguguk, yang didampingi oleh Kepala Dinas Pangan, Camat Likupang Timur, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Minahasa Utara.

Berbagai komoditas pangan disediakan dalam GPM ini, termasuk beras premium, gula pasir, telur ayam, minyak goreng, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, daging ayam, tepung terigu, tomat, dan cabe kriting.
Semua komoditas dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar, berkat subsidi yang berkisar antara 10% hingga 30%.

Roby Parengkuan, SH, Kepala Dinas Kominfo Minahasa Utara, menyatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Minut untuk membantu masyarakat menghadapi situasi ekonomi yang menantang.
“Kami berharap program ini bisa memberikan solusi bagi warga untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini,” ujar Parengkuan.

Dalam penyelenggaraan GPM ini, Pemerintah Kabupaten Minut bekerja sama dengan Perum Bulog, distributor telur, dan berbagai pelaku usaha pangan lainnya untuk memastikan tersedianya pasokan yang cukup.
Berikut adalah beberapa komoditas yang dijual di GPM Desa Winuri, Likupang Timur:
– Beras premium
– Gula pasir
– Telur ayam
– Minyak goreng
– Cabai rawit
– Bawang merah & bawang putih
– Daging ayam
– Tepung terigu
– Tomat
– Cabe kriting
Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari serta menekan laju inflasi di Kabupaten Minahasa Utara. Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten Minut terus berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan warganya, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan kenaikan harga pangan. (**)







