Neeslestari.com – Minahasa Utara, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung Selalu Memperhatikan Kesehatan Warganya.
Pada Sabtu (18/01/2025) Melalui Dinas Kesehatan Kepala Dinas Stela Safitri UPTD Puskesmas Kauditan, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Watudambo II, melaksanakan kegiatan fogging dan penyuluhan kesehatan keliling untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Jaga VIII, Desa Watudambo II.
Kegiatan ini dilakukan menyusul ditemukannya tiga kasus DBD di wilayah tersebut, dengan lokasi rumah ketiga pasien yang saling berdekatan.
Sebelumnya, tim kesehatan telah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil PE, diperlukan intervensi berupa fogging untuk membasmi nyamuk dewasa penyebab DBD.
Selain fogging, tim kesehatan juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan DBD. Dalam penyuluhan ini, masyarakat diajak untuk menjalankan langkah-langkah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus, yakni:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup rapat tempat penyimpanan air.
- Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.
- Menggunakan lotion anti nyamuk, memasang kelambu, dan menanam tanaman pengusir nyamuk.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk mengaktifkan Juru Pemantau Jentik (JUMANTIK) di setiap rumah, yang bertugas memantau keberadaan jentik nyamuk dan mencegah perkembangbiakan nyamuk secara berkelanjutan.
Kepala Puskesmas Kauditan menyampaikan bahwa fogging hanya bersifat sementara karena hanya membasmi nyamuk dewasa. “Pencegahan paling efektif adalah dengan konsisten menjalankan PSN dan 3M Plus. Dengan demikian, siklus perkembangbiakan nyamuk dapat diputus,” tegasnya.
Masyarakat Desa Watudambo II menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk menerapkan langkah-langkah yang disampaikan dalam penyuluhan. Dokumentasi kegiatan ini menunjukkan antusiasme warga yang turut berperan aktif dalam mendukung upaya pencegahan DBD di lingkungan mereka.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menekan kasus DBD di Desa Watudambo II dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Minahasa Utara secara keseluruhan.
(Rinte Klabat)







